Sabtu, 14 Agustus 2010

GIMP: Non Destructive Editing

Salah satu tutorial foto editing lama yang saya masih cukup ingat adalah non detructive editing dari Lunacore. Tutorial ini adalah tutorial untuk Photoshop namun demikian dapat juga dilakukan di GIMP. Salah satu fitur penting dari tutorial Non Destructive Editing ini adalah penggunaan layer 50% Gray Layer, dimana editing sama sekali tidak menyentuh layer foto aslinya namun semuanya dikerjakan di layer 50% gray ini. Untuk tutorial kali ini saya menggunakan foto sebuah Pura kecil di Danau Bedugul yang saya foto awal tahun ini ketika berlibur ke Bali.


Saat itu cuacanya mendung kadang gerimis dan kabut turun pada siang itu. Sebagai hasilnya fotonya tampak dull. Yang ingin dicapai pada akhir tutorial ini adalah mengembalikan warna, kontras pada bagian Pura dan Hutan.


Open Up Image

Bukalah image yang ingin di edit. Ctrl+N

Foreground Colour

Ganti Foreground colour dari 000000 (Black) menjadi 808080 (50% gray)


50 Gray Layer

Buatlah 2 buah layer baru diatas background layer (lihat layer palette window) beri nama masing-masing Pura dan Hutan. Ganti layer mode kedua layer tadi dari Normal ke Overlay.





Layer Pura

Pilih Layer Pura lalu gunakan Curves tool

Colors - Curves

Klik n drag sampai mendapatkan hasil warna dan kontras yang diinginkan


Layer Hutan

Lakukan hal yang sama dengan seperti Layer Pura, gunakan Curves tool sampai mendapat hasilnya yang diinginkan, jangan kuatir jika Pura-nya menjadi terlalu gelap, kita akan atasi pada langkah berikutnya.


Layer Mask

Pada layer hutan, aplikasikan Layer Mask

Layer - Mask - Add Layer Mask


Kembalikan foreground color ke warna hitam (000000)

Gunakan Paintbrush (P) set ke Brush=Circle(19), sapukan kuas pada bidang area Pura dan air. 

Saya kadang kalanya menggunakan Free Select Tool (F) untuk menandai area yang ingin di brush seperti daerah tepi dari atap untuk memudahkan pekerjaan, di Feather kira-2 10-15px (Select-Feather) lalu dibrush. Jadi inilah foto editing dengan teknik non-destructive editing, bagus bukan?!

Before


After

 

Selasa, 10 Agustus 2010

Dreamy Lotus




Bunga Teratai, di sebuah pot dekat area parkir bis di Garuda Wisnu Kencana, Bali. Foto ini diambil awal tahun ini ketika saya berlibur ke Bali. Saat itu kami baru saja selesai tour di GWK, setelah makan siang dan sejenak beristirahat, saya melihat bunga ini. Segera saja saya mengabadikannya dengan kamera.

Kamera Kodak EasyShare C713, setting ISO 200. Di edit menggunakan GIMP 2.6.1 diatas Crunchbang Linux LiveCD. Ini pertama kalinya saya menggunakan 50% gray layer untuk non destructive photo editing di GIMP. Tool standar seperti Curves, Brightness & Contrast, dan Burn Tool.

Jumat, 30 Juli 2010

Wuba Laugh :)




Bagaimana membuat seorang anak tertawa lepas? Saya tidak tau tapi melihat foto diatas ternyata saya bisa dan itu terjadi secara tidak sengaja. Sore itu seperti biasanya saya membawa Phoebe keluar rumah untuk bermain dengan anak-anak tetangga. Kbetulan yang sering juga keluar adalah teman Phoebe, namanya Jolin. Jadi ini lah mereka, bermain bersama berdua ala anak-anak. Yang satu mulai berlari diikuti lainnya, tidak banyak ngomong. Kalau ngomong pun saya ga ngerti apa yang mereka bicarakan tapi sepertinya mereka saling mengerti, hmmmmm . . . :)

Kembali ke foto. Saya meminta keduanya untuk duduk diatas tutup tandon, anehnya mereka mau saja disuruh. Tandon ini ada di depan rumah, di ruang tamu, Opa Phoebe sedang bermain game. Di game ini ada sound efeknya dan suara karakter. Secara kebetulan saya mendengar kata Wuba-wuba. Secara spontan saya juga ikut mengatakan "Wuba-Wuba" dan saya terkejut ternyata kedua anak itu, Phoebe dan Jolin tertawa mendengar saya berkata "Wuba-Wuba". Tampaknya itu lucu bagi mereka jadi saya mengucapkannya lagi sambil mengambil foto mereka tertawa dengan kamera, hasilnya bagus ;)

Kamera disetting ISO 200 tanpa Flash.

Foto di edit dengan GIMP 2.6.10. Pertama dengan Levels Tool dan Curves Tool dan finishing dengan NG filter dari Elsamuko.

Senin, 26 Juli 2010

GIMP: Cropping Foto Dengan Aspect Ratio

Urusan men-croping gambar atau foto mungkin adalah salah satu hal yang sering dilakukan orang dengan software image editing seperti GIMP. Bagi saya meng-cropping foto biasanya diperlukan untuk menghilangkan/menghapus bagian tertentu dari foto yang tidak diperlukan dan memberi fokus lebih pada bagian foto yang ingin kita tonjolkan. Selain itu cropping foto juga dapat dilakukan untuk memperbaiki komposisi dari sebuah foto.



Sebagai contoh adalah foto diatas ini. Bagian yang ingin saya hilangkan adalah time stamp di bagian kanan bawah. Lalu saya ingin memperbaiki komposisi foto ini dengan meletakkan horison di 1/3 bagian foto.

Sebagai studi kasus, saya ingin membuat foto ini sebagai wallpaper di desktop kompie saya. Standar ukuran wallpapernya adalah 1024x768 dengan aspek ratio 4:3.


Open an Image

Bukalah sebuah foto yang ingin di cropping dengan Ctlr+O. Untuk tutorial ini saya menggunakan foto Selat Bali dengan 2 kapal ferry nun jauh disana.






Cropping With Rectangle Select Tool

Pilihlah ikon Rectangle Select Tool pada toolbox atau tekan tombol R di keyboard. Dibagian bawah Toolbox akan muncul opsi pilihan untuk Rectangle Select Tool.



Beri tanda centang pada bagian Fixed. Pastikan opsinya adalah Aspect ratio, jika belum segera ganti dengan menggunakan drop down menu. Standar aspect ratio GIMP adalah 1:1, silahkan ganti dengan aspect ratio 4:3 lalu tekan enter. Secara otomatis model landscape akan terpilih (ikon sebelah 4:3 yang baru kita ketikkan, jika ikon Portrait yang kita pilih secara otomatis aspect ratio akan berubah menjadi 3:4)

Lalu kita akan memberi tanda centang pada Highlight dan No Guides kita ganti menjadi Rule of Third. Silahkan perhatikan screenshot dibawah ini.




Langkah selanjutnya adalah menggunakan Rectangle Select Tool pada bidang foto yang akan kita kerjakan. Klik n Drag Rectangle Select Tool seperti contoh gambar dibawah ini.



Tip: Kita bisa memperbesar atau memperkecil area seleksi dari Rectangle Select tool ini dengan meng-klik n drag salah satu dari ke-empat sudutnya. Atau jika kita ingin menggeser area seleksi cukup klik n drag bagian tengah area seleksi.

Highlight: opsi higlight yang tadi kita pilih terlihat disini, area yang tidak termasuk area seleksi terlihat gelap disini.

Rule of Third: Saya menggunakan opsi ini sebagai alat bantu untuk memperbaiki komposisi foto, bagian horison terdapat pada 1/3 bagian bawah area seleksi.


Cropping With Crop to Selection

Setelah kita cukup puas dengan area seleksi, sekarang waktunya melakukan cropping pada foto.

Klik Image - Crop to Selection

Hasilnya terlihat seperti dibawah ini:



Resize With Scale Image

Fotonya telah selesai di crop tapi belum memenuhi standar ukuran wallpaper 1024x768px. Foto yang ini berukuran 2140x1599px. Berikut yang akan akan kita lakukan adalah melakukan resize foto.

Image - Scale Image



Ganti Image Size Width dari 2140 menjadi 1024 lalu tekan enter. Ukuran Image Size Height akan otomatis mengikuti. Ganti Quality Interpolation dari Cubic menjadi Sinc(Lancloz3) dan klin Scale.



Selesai.

Minggu, 25 Juli 2010

Its an Aeroplane



Untuk beberapa minggu ini Phoebe, keponakan saya yang manis ini menjadi obyek utama foto saya. Kegiatan foto mefoto ini biasa dilakukan pada sore hari ketika dia bermain dengan teman-teman kecilnya disekitar rumah. Seperti yang satu ini, dia sedang bersepeda sementara itu terdengar suara dari langit sepertinya sebuah pesawat baru saja melintas. Sebentar saja Phoebe melayangkan pandanganya keatas, melihat sumber bunyi itu. Ketika ia melihatnya, mulut mungilnya berkata "pesawat" ;)

Anyway memotret anak kecil membutuhkan kesabaran dan kejelian untuk mendapatkan moment foto yang bagus. Mereka cenderung tidak bisa diam disatu tempat, terus menerus bergerak. Momen bagus sering kali ada di depan kita namun hanya sekejab saja. Itu sebabnya saya lebih sering tetap membiarkan kamera on terus walaupun dengan konsekuensi baterainya akan cepat habis. Maklumlah kameranya adalah digital pocket. Layarnya adalah penyedot energi baterai yang besar. Saya tidak menggunakan lampu flash. ISO setting Auto.

Untuk editing saya menggunakan software GIMP terbaru, versi 2.6.10. Untuk awalnya saya memakai tool standar seperti auto white balance dan curves. Lalu untuk efeknya saya menggunakan script filter National Geographic dari Elsamuko.

Senin, 28 Juni 2010

No Antivirus, No Internet



Judul diatas sepertinya mengejutkan tetapi bukannya tidak nyata. Pemerintah Australia sedang menggodok sebuah peraturan untuk mewajibkan para pengguna komputer untuk menggunakan software antivirus di komputer atau kalau tidak sambungan internet mereka akan diputus!.Beritanya bisa dibaca disini, sini dan sini.

Saya jadi berpikir bagaimana dengan mereka yang menggunakan sistem operasi yang terbukti relatif free-from virus seperti Linux atau MacOSX? Setau saya sangatlah jarang para pengguna kedua sistem operasi ini memasang antivirus di kompie mereka. Saya pun demikian dengan Ubuntu Linux yang saya pakai.

Kalau dibaca beritanya saya bisa mengambil kesimpulan bahwa sistem operasi Windows-lah yang akan terkena dampak dari peraturan ini. Windows terkenal sekali mudah terkena virus, bahkan dalam sehari bisa muncul sampai puluhan virus baru. But who knows ya?! :p

Kamis, 17 Juni 2010

Reinstal GRUB

Ada kejadian baru-baru ini yang bikin saya mayan bete. Entah kenapa menu GRUB di kompie saya setelah BIOS hilang. Dengan begitu satu-satu OS yang bisa booting hanya Windows XP sedangkan Ubuntu ga bisa. Bekerja di Windows tidaklah semenyenangkan seperti bekerja di Ubuntu Linux tentu dengan perkecualian ketika main game ;)

Setidaknya ada dua hal yang bisa menyebabkan GRUB hilang, pertama Windows di-instal (reinstal) setelah menginstal Ubuntu (Linux). Dengan demikian bootloader GRUB ditimpa dengan bootloader milik Windows yang kita sama-sama tau adalah bootloader yang non-multiOS. Itu artinya tidak seperti GRUB, bootloader Windows tidak mengenali OS lain yang terinstal di kompie, ada yang bilang Windows "merasa" satu-satu OS yang ada di dunia ini hanya mereka, jadi buat apa bikin bootloader yang bisa mengenali OS lain?! :p

Lain lagi dengan kejadian saya ini. Walaupun amat sangat jarang terjadi, secara misterius GRUB pun bisa hilang. Waktu itu saya menancapkan flashdisk sebelum menyalakan kompie. Entah kenapa setelah BIOS, GRUB-nya gada. Langsung aja booting ke Windows, sangat menyebalkan :( Saya bukan orang IT jadi saya hanya bisa berasumsi mungkin kejadian tancap flashdisk sebelum turn-on kompie inilah penyebabnya (CMIIW).

Anyway, in the past ketika saya masih awal banget make Ubuntu (Linux) saya pernah berhadapan dengan dua kejadian yang saya sebut diawal tadi. Instal/reinstal Windows setelah Ubuntu (Linux) dan misterius missing GRUB. Bagaimana saya mengatasinya? Tentu saja dengan reinstal GRUB, tapi bukan itu yang dulu saya lakukan, setidaknya tidak dengan cara yang seharusnya.

Reinstal GRUB membutuhkan LiveCD dan penggunaan terminal. Memakai LiveCD Ubuntu tentu bukan sebuah masalah bagi saya. Toh hanya nyalakan kompie lalu insert LiveCD Ubuntu ke dalam DVD drive, ganti boot dari HD ke DVD drive lalu booting deh LiveCD Ubuntu. Namun masalahnya ada di terminal. Sebagai seorang nubi di dunia Ubuntu Linux, menggunakan terminal dan memberi perintah ke kompie dengan mengetikkan perintah serasa Dirty Harry in Nails Salon, kagok banget Chuy! Terlebih saya datang dari dunia Windows dengan GUI-nya, memakai terminal serasa kembali ke jaman antah berantah DOS jadul. Selain itu tentu saja rasa takut bakal merusak sesuatu di kompie, secara saya kan hanya end user, bukan power user kompie.

So apa dong solusinya? Ya instal ulang Ubuntu-nya. Dengan cara ini selain tentu saja . . . instal ulang Ubuntu, pastinya secara otomatis juga GRUB terinstal lagi. Ini bener-bener cara nubi yang ngerepotin banget. Gimana ga repot ya secara setahun minimal saya dua kali instal ulang Windows, setidaknya sekali kejadian GRUB hilang secara misterius. Selain itu saya juga harus instal ulang software-2 yang saya butuhkan di Ubuntu, pokok'e extra work banget.

Nah kembali ke cerita awal saya. Hilangnya GRUB belum lama ini di kompie saya. Sepertinya saya harus belajar caranya reinstal GRUB dari LiveCD, saya enggan banget reinstal Ubuntu 9.04 (btw support untuk 9.04 akan berhenti ketika Ubuntu 10.10 muncul Oktober nanti), no more extra work lah. Setelah browsing dengan bantuan Om Google, saya menemukan solusinya disini.

Ternyata setelah memberanikan diri untuk install ulang grub dengan terminal sangatlah mudah. Ketakutan saya sangatlah tidak beralasan. Jika saya mampu mengetikkan kalimat " Ini ibu budi" maka mengetikkan perintah di terminal pun tak lebih sulit dari itu. Kalau tau seperti itu, mungkin dari dulu-dulu saya ga perlu instal ulang Ubuntu setelah instal Windows atau ketika grub-nya hilang.

Jumat, 28 Mei 2010

Night Photography: Nonton Sandy Sandoro

Sandy Sandoro @ Sutos-1505-2010
Kodak EasyShare C713


Beberapa waktu lalu saya sering melihat iklan SBOtv lagi ada gawe di City of Tomorrow di beberapa sudut jalan kota Surabaya. Salah satu bintang tamu di acara yang dilangsung 2 hari antara 14-15 Mei itu adalah Sandy Sandoro. Tentu saja saya tertarik ingin nonton Sandy. Penyanyi satu ini justru mulai meniti karir bermusik di luar negeri (Jerman). Sekarang dia mulai merambah ranah musik dalam negeri. Saya menyulai single-nya yang berjudul Malam Biru.

Selain keinginan nonton Sandy. Saya juga pengen sekali lagi nyobain kamera Kodak C713 untuk pemotretan pada malam hari (read here: Night Photography). Situasi yang saya hadapi adalah sebuah panggung pertunjukkan, sesuatu yang belum pernah saya coba sebelumnya. Saya tidak tahu tantangan apa saja yang akan saya hadapi.

Kamera siap, baterai sudah dicharge, saya pun tancap gas ke Sutos.

Ketika sampai di depan panggung, ternyata saya tidak sendiri. Puluhan fotografer dengan kamera DSLR-nya sudah siap mengabadikan setiap momen yang mereka anggap bagus di acara ini. Terus terang saya minder diantara mereka tapi . .  cuek aja :p

Balawan @ Sutos 15-05-2010
Kodak EasyShare C713

Malam itu saya bermain dengan settingan ISO tinggi dan tanpa lampu blitz. Saya memulainya dengan ISO 200. Untuk obyek yang diberi cahaya bagus dan tidak terlalu bergerak-gerak terlalu aktif hasilnya lumayan. Tetapi ketika obyeknya aktif bergerak, seperti beberapa penyanyi dari band-band Jazz malam itu, hasilnya sering kali blur.

Sebagai solusinya setting ISO saya naikkan. Saya bermain antara ISO 400 dan ISO 800. Entah kenapa saya enggan menggunakan ISO tertinggi yaitu ISO 1250. Dan hasilnya jadi lebih bagus walaupun kadang-kadang obyeknya agak blur juga.

Khusus untuk lampu blitz . . . dengan kamera pocket digital dengan kualitas seperti kamera Kodak C713 . . . saya ga menggunakannya. Ini karena jangkauan lampu blitz C713 terbatas, cuman 2 meter. Sedangkan obyeknya bisa lebih jauh dari 2 meter dari kamera walaupun posisi saya persis di depan panggung. Saya mencoba pake blitz sekali dua kali untuk melihat hasilnya. Gelap banget, mending ga pake blitz sama sekali ;)

Anyway malam itu saya belajar satu hal penting, bawalah baterai cadangan! ;) Tip satu sudah sering saya baca atau dengar tapi baru terasa malam itu. Walaupun baterai Energizernya sudah dicharge full masih tetap tidak cukup untuk digunakan penuh selama kurang lebih 4 jam (saya diSutos dari jam 8- jam 12.30). Terlebih lagi kondisi baterai sudah tidak bagus, umurnya sudah 2 tahun dan tak terhitung berapa kali sudah dicharge ulang.

Pada pertengahan acara sekitar jam 21.15, kamera memberi indikasi kalau baterainya sudah low batt. Sial, padahal Sandy-nya aja belum keluar-keluar juga. Hasilnya saya terpaksa ngirit menekan tombol shutter, sehingga banyak momem bagus terlewat tetapi itu pun masih tidak cukup. Sekitar jam 10.30-an kameranya sudah mati sendiri alias baterai abis, duh mana Sandy Sandoro ga muncul-muncul lagi . . . gimana caranya ya?
 
Mirza Wardana One of The MC (My High School Friend) in Action

Nah saya ambil trik satu ini. Saya keluarkan baterainya lalu masukan lagi. Ternyata kameranya mau nyala lagi, jadi bisa ambil 3-5 shot sebelum indikator low batt menyala lagi. Alhasil saya matikan lagi kamera. Nyalakan lagi, 3-5 shot lalu matikan lagi. Begitu seterusnya sampai ketika Sandy Sandoro perform sekitar 00.15. Sebagai hasilnya baterai Energizernya sekarang semakin cepat low batt, huh . . . bener-bener harus beli baterai lagi ini.