Senin, 21 Desember 2009

Butuh Antivirus Ga Siy?


Linux sering diiklankan sebagai OS yang kebal virus ini konon dikarenakan Linux seperti halnya Unix selalu menomersatukan aspek keamanan diatas aspek kenyamanan penggunaan (cmiiw). Ini bisa terlihat nyata kalau kita memperhatikan berita soal virus-virus baru tiap hari, perhatikan engga sebenarnya virus dkk itu sebenarnya menyerang sistem operasi apa?. 99,99% saya yakin itu virus Windows. Saya pernah membaca beberapa artikel di Internet (saya sudah lupa sumbernya) kalau virus Windows yang sudah dideteksi itu sampai sekarang ada lebih dari 60.000-an dan dengan hitungan matematika sederhana saya tau ada kalau kemunculan virus baru Windows adalah puluhan atau ratusan per harinya. Bagaimana dengan Linux? Hitungan saya waktu itu sekitar 2 virus per tahun dan kebanyakan adalah proof-of-concept (hanya pengen ngebuktiin kalau bikin virus for Linux itu bisa) dan jika virus ini bekerja pada satu distro Linux belum tentu akan bekerja pada distro lain (satu alasan kenapa membuat virus di Linux sangat susah, karena targetnya banyak).


Kalau kita tanya para pengguna Linux di berbagai forum/milis dengan pertanyaan "kalau kita make Linux sebenarnya butuh ga siy antivirus?" maka biasa jawabnya "wah ga butuh . . " atau "saya ga pernah install tuh . . ." atau "gada virus Linux jadi ngapain install? . . ." atau "antivirus?! . . .basi . . . itu untuk Windows . . ." jadi kurang lebih reaksi pasti nyaranin ga perlu install. Bagaimana pengalama saya sendiri?.

Walaupun saya make Linux tetep saja harus berurusan dengan virus . . . loh?! Eit tunggu dulu, tentu saja bukan dengan Virus Linux tapi tetep dengan Virus Windows . . . kompie/nutbuk saya masih bisa terdapat virusnya (catet ya saya nulis "bisa ada") lewat media seperti flashdisk (FD), misalnya jika saya kebetulan make kompie orang yang kebetulan make Windows yang sudah ada virusnya, biasanya FD saya akan "tertular" dan kemudian ketika saya tancapkan FD ke Ubuntu dan kemudian saya transfer isi FD ke HD otomatis virusnya juga migrasi ke Ubuntu. Tapi jangan khawatir, ga akan terjadi hal-hal buruk, virus dkk tersebut hibernate di Ubuntu saya sampai dia masuk ke lingkungan dimana dia bisa berkembang biak (dengan catatan dapat dicegah kalau ada antivirusnya dan rajin update) yaitu ya di Windows dong . . . dimana lagi coba?! :p

Dulu suatu hari saya nganter bokap ke UC (Universitas Ciputra) yang akan memberikan kuliah. Bokap punya FD yang isinya file presentasi yang akan ditayangkan di kelas. Untuk itu Bokap menggunakan kompie tersedia di kelas dan coba kamu tebak kompie pakai OS apa? Windows? Betul sekali! Nah Bokap nancepin itu FD ke USB port di kompie dan kemudian terkejut karena folder ma file-file presentasinya semuanya berubah ikonnya dan judulnya folder dan file sekarang memiliki akhiran .exe. coba tebak kenapa virus apa engga tuh? :p Pastinya! Bokap bingung "mana file presentasi saya?!!!!" Nah saya cabut itu FD trus tancepin ke Ubuntu (kebetulan saya bawa nutbuk) dan di file manager terlihat kalau folder ma filenya masih ada (syukur ga didelete ma virusnya) tapi disamping folder dan file asli ada file-file shortcut dengan nama persis dengan nama folder dan file asli punya bokap. yaudah itu folder dan file gadungan itu saya delete aja, habis deh tuh virus di FD bokap. Btw btuh ga siy antivirus? :p Kalau dalam kasus ini the best antirus is Linux! hahahahahahahaha . . .

Kejadian berikut ketika warnet langganan saya dengan sontoloyonya mengganti Ubuntu dengan Windows 7 versi RC yang waktu itu bebas di download dan dipake. Cuman versi "gratis" ini ada batasannya, setelah beberapa bulan maka user ga boleh lagi make win7 gratisan, emang siy bisa dipake cuman tiap 2 jam pasti dengan "semena-menanya" win7 akan matiin kompie itu tanpa basa-basi (maksudnya loe bayar dong, janga gratisan doang! hehehehehehe . . . pinter ya mereka itu). Weleh . . . bayangin deh loe lagi asik-asiknya surfing trus byar-pet!... layar kompie loe item trus kompie loe mati . . . btw ini koq malah kayak PLN yah?! Dan tentu saja kamu tau itu kompie jadi rentan virus dkk apalagi adminnya ga instal antivirus. Saya siy maklum kenapa admin ga install itu software anti-antian, itu karena kompienya bakal terseok-seok kalau anivirusnya aktif, hah! tipikal banget masalah Windows :p

Nah sejak saat itu maka tiap kali ke warnet itu di FD saya selalu bertebaran file-file ga jelas, intinya mengkopi nama folder dan file yang ada di FD saya. Kalau di Win7 maka file dan folder itu terlihat sebagai shortcut (hek! shortcut dari Hongkong?!) Tapi kalau di Ubuntu maka saya melihat file-file dengan extensi .lnk, .db, dan .inf. Karena ndak punya antivirus terinstal di Ubuntu makanya saya pakai fasilitas "search" di file manager Nautilus dan kalau udah yah didelete. Tapi saya cukup tertarik sebenarnya file-file ga jelas itu virus macam apa, apakah itu virus, worm, malware, rootkit atau apalah makanya saya iseng install software antivirus yang open source yaitu Clamav.

Dan bener juga, Clamav mengidentifikasi .inf=VBS.Agent-35 sedangkan .db=INF-Autorun-35 . . . saya ga ngerti virus macam apakah itu tapi saya bener-bener tidak senang existensi virus-virus itu, soalnya ngebek-ngebeki FD saya dan jadi sampah visual saking banyaknya (ngebek-ngebeki=bikin penuh). Sayang .lnk ga terdekteksi sebagai virus atau konco-koncone (konco-koncone=teman-temannya) padahal file ini paling banyak dari ketiganya. Selain niru-niru nama folder dan file yang ada juga punya nama lain seperti Microsoft.lnk dan New Harry Potter and . . .lnk.

Jadi butuh ga siy antivirus? Kan situ toh akhirnya install juga antivirus di Ubuntu? hehehehehehehehe . . . jawabnya siy engga butuh, tetep lah. Clamav di install hanya untuk menjawab rasa ingin tau saya dengan identitis virus yang ada di FD saya, tidak lebih. Saya masih ga percaya ma antivirus yang katanya bisa menghapus virus dari file yang terinfeksi. Kebanyakan selama pengalaman pribadi ketika make Windows itu file bakal rusak atau ikut terdelete dengan virusnya. Dan kalau pun bisa dipake apa bisa percaya keamanan dari file yang pernah diinfeksi? saya koq tidak ya. Entah saya pakai antivirus atau engga pakai tetep saja Ubuntu saya aman. Btw Clamav kalau dijalankan bikin kompie saya berat, ga beda dengan make antivirus di Windows, makanya saya jalanin kalau perlu saja.


Sabtu, 19 Desember 2009

3 Tahun Bersama Linux & Manfaatnya

Sudah 3 tahun niy saya sudah make Linux, ga kerasa banget rasanya. Kalau dibandingan ketika make Windus yang sudah 13 tahun siy ga ada apa-2nya tapi saya senang banget loh bisa make Linux, jarang-jarang kan! ;) 3 tahun ini banyak suka dukanya tapi sepertinya banyak sukanya termasuk proses belajarnya. Saya belajar apa yang bisa saya lakukan dan hal mana yang perlu dihindari ketika menggunakan Linux. saya merasa jadi keren, coba siapa dari kalian yang bisa make Linux? Ada? Jarang banget tapi saya kasih tau ya make Linux itu banyak manfaatnya dan itu yang ingin saya ungkapkan disini.

Manfaat pertama sudah pasti pengalaman berharga menggunakan sistem operasi lebih dari satu. Itu membuat saya memiliki satu sudut pandang yang lebih luas, saya jadi tahu kelebihan dan kekuatan suatu sistem dibandingan dengan sistem lain dan memutuskan mana yang terbaik bagi saya. Dengan mudah saya bisa berpindah dari menggunakan sistem ini ke sistem itu tanpa perlu mengeluh bahwa ini lebih mudah dari itu.

Manfaat kedua adalah saya terbebas dari rutinitas tertentu dari sistem sebelumnya. Apakah kamu harus defrag harddisk tiap interval waktu tertentu? Saya dulu iya, tiap 2 minggu malah, kalau engga malah bisa jadi kompie-nya jadi lelet, ga banget kan? Ubuntu menggunakan file sistem yang berbeda seperti Ext2 atau EXt3 (sekarang sudah masuk Ext4) yang tidak memerlukan rutin defrag seperti halnya FAT32 dan NTFS untuk mengatasi file-file yang tersebar seantero harddisk.

Manfat ketiga saya jadi belajar untuk mengenali apa yang saya pake dan jika harus, mengatasi permasalahan yang muncul. Ubuntu bukan sistem operasi sempurna, masalah bisa saja muncul dan untuk itu sayalah yang harus mengatasinya (kalau dah mentok saya sering bertanya ke forum/milis pengguna Ubuntu). Saya pikir lucu juga ketika saya sudah make Windus 10 tahun, tahu engga kalau saya sampe 2006 ga bisa install Windus? Saya gatau apa itu registry dan gimana caranya untuk melakukan hack atau gimana cara mengatasi masalah dengan otak-atik registry? 10 tahun seharusnya saya sudah jadi Windus power-user dan ternyata itu tidak terjadi. saya merasa tidak terlalu penting untuk tahu apa yang saya pake yang penting bisa dipake dan beres dan itu ternyata salah. Saya menjadi terlalu tergantung kepada orang lain bahkan untuk mengatasi hal-hal sepele. Dengan Ubuntu saya belajar untuk mengenali masalah lalu mencari solusinya dengan baca man pages/info . . . kalau dah mentok bisa cari solusinya dengan cara googling, kalau pun masih tetep mentok saya masih bisa minta tolong di forum/milis dan biasanya solusinya saya dapat :)

Manfaat Keempat bagi saya adalah saya ga perlu lagi membajak software. Membajak software dikategorikan sebagai mencuri karena jelas-jelas kita menggunakan sesuatu tanpa izin (atau lebih tepatnya ga bayar biaya lisensi). Ubuntu datang dengan gudang software yang namanya repostori. Repositori dapat diakses lewat 2 media, pertama lewat internet dan yang kedua berbentuk fisik dalam kepingan-kepingan DVD. Apapun ada disitu mulai dari software programming, pendidikan, kantoran, permainan, desain, multimedia, dll, kamu akan terkejut betapa hebatnya repositori itu.

Ubuntu dan sebagian besar isi repositorinya adalah FOSS (free/open source software, dan hanya sedikit porsi yang non-free) jadi kita bebas menginstallnya ke berapapun komputer yang kita punya tanpa bayar biaya lisensi. Kita bisa membaginya ke sanak saudara, teman, atau bahkan orang yang engga kita kenal tanpa takut dicap maling. Kalau kita mampu kita bisa memodifkasi Ubuntu dan software-2 FOSS, membuatnya sesuai dengan kebutuhan kita tanpa perlu ijin terlebih dahulu, hebat bukan?

Masalah pembajakan adalah masalah serius bagi saya. Sebagai seorang Kristen Saksi-saksi Yehuwa adalah penting bagi saya untuk memegang teguh prinsip-prinsip Alkitab dan dalam hal ini soal mencuri. Prinsipnya ada di Kel 20:15 secara gamblang Allah Yehuwa melarang kita untuk mencuri, Yesus sendiri juga demikian di Matius 19:18, Markus 10:19, Lukas 18:20 dan juga ayat-ayat alkitab lainnya berbicara soal ini seperti di Imamat 19:11, Ulangan 5:19, Roma 2:21, Efesus 4:28.

Memang sejujurnya masalah pembajakan ini ga mudah bagi saya (dan ga mudah juga bukan kalian kan?), apalagi saya dikelilingi orang-orang yang menganggap pembajakan itu hal biasa dan lumrah dan bukan sesuatu hal yang perlu dibicarakan apalagi dipermasalahkan. Tidak mudah bukan berarti tidak bisa, saya sudah melakukannya 3 tahun ini dengan cukup sukses. Saya bisa membuktikan bahwa ada alternatif lain selain melakukan pembajakan, saya merasa hati nurani saya lebih bersih dan tenang (ini manfaat kelima) karena tahu upaya saya sudah tepat dan Allah Yehuwa pasti senang saya berupaya sebisa-bisanya untuk menjalankan perintahnya :)

Manfaat Keenam adalah manfaat ekonomi. Saya pernah hitung berapa banyak duit yang harus saya keluarkan untuk lisensi software proprietari seperti Winduz, M$ Office, Sotoshop, Antivirus, dll yang ternyata sangat jauh lebih mahal dari harga sebuah komputer baru. Terus terang saya ga mampu dan anda pun pasti ga mampu kan? Kalaupun anda punya duit banyak pasti juga mikir-mikir 1000X kalau mau "buang" duit sebesar itu. Solusinya bayar atau mbajak dan kayaknya engga dua-duanya buat saya. Solusinya praktis tentu saja pake Linux.


Sebenarnya masih banyak manfaat lainnya yang bisa didapat dari menggunakan Linux tapi saya agak males untuk menulisnya semua disini dan saya tulis diatas setidaknya yang memiliki impact paling besar ke saya. 3 tahun telah berlalu dan saya senang apa yang sudah saya lakukan, bagaimana dengan anda?! ;)
 







  





Jumat, 18 Desember 2009

Kecil Itu Praktis

Biasanya saya selalu mengetikkan artikel blog yang ingin saya posting dirumah, alasannya sederhana saja, saya tidak ingin menghabiskan waktu yang berharga di warnet untuk sekedar memikirkan apa yang ingin saya tulis atau mikirin kata-katanya dan kemudian mengetikkannya. Untuk itu saya butuh aplikasi buat ngetik. Bagi kebanyakan orang jawabannya adalah word processor seperti OpenOffice Writer atau MS Word atau aplikasi sejenisnya. Tapi menurut saya penggunaan aplikasi word processor seperti itu terlalu berlebihan, kenapa?

Karena saya ga butuh aplikasi besar hanya untuk sekedar ngetik sesuatu yang tidak memerlukan formatting. Formatting bisa dilakukan di blog dan kadang hasil dari word procesor bisa sangat amburadul jika di copy-paste jadi stick dengan fasilitas yang ada di blog. Kedua word processor seperti yang saya sebut itu cenderung rakus resource komputer/notebook berupa CPU dan Memory jadi kadang kompie/nutbuk suka diem cukup lama hanya untuk tugas tertentu seperti startup aplikasi atau mau nge-save artikel (berlaku terutama dengan hardware jadul). Ketiga karena rakus resource berarti kompie/nutbuk cenderung lebih boros listrik, jadi aplikasi yang saya butuhkan yang harus kecil, simple dan cepat.

Saya suka menggunakan teks editor seperti gedit yang merupakan bawaan Ubuntu, kalau di Windows kita kenal namanya Notepad tapi gedit jauh lebih powerfull. Dan untuk file yang dihasilkan saya suka men-save-nya ke format .txt ini karena "semua" sistem operasi mengenali format ini dan selalu punya setidaknya satu aplikasi bawaan untuk membuka format txt. 




Rabu, 16 Desember 2009

4 CLI-Apps


Entah kadang disebut Console apps atau Ncurses atau terminal-based apps atau CLI-apps tapi berikut ini 4 aplikasi yang cukup sering saya pake terutama yang namanya MOC. Jadi serasa retro karena tampilan seperti apps jaman jadul ketika mouse masih sangat jarang digunakan dan hampir semuanya menggunakan keyboard.



Searah jarum jam mulai dari kanan atas adalah MC=Midnight Commander adalah full-text file manajer seperti halnya Nautilusnya Gnome atau Explorer dari OS lain. Kiri atas adalah MOC=Music On Console fungsinya ya untuk dengerin lagu, sekarang lagi dengerin Maroon 5 :)

Selanjutnya kanan bawah adalah htop=ncurses proses viewer, untuk melihat proses/aplikasi yang sedang berjalan. Dan terakhir di kiri bawah adalah Wordgrinder=simple word processor alias buat ngetik seperti Openoffice Writer atau MS Word tapi jauh lebih simple. Artikel ini diketik menggunakan Wordgrinder.


Sabtu, 28 November 2009

Saya, Rebecca Rijdman (Love) & Kampretsky

Saya baru saja dari pameran komputer KompuExpo 09 di Grand City Surabaya. Pamerannya sendiri agak mengcewakan karena digadang-gadang sebagai pameran IT terbesar tetapi pesertanya lebih sedikit dari pameran komputer di Jatim Expo belum lama ini dan pengunjungnya juga tidak banyak. Namun demikian ada setidaknya 2 hal menarik yang bisa saya cerita dari pameran ini. Yang pertama sama sekali tidak hubungannya dengan hal-hal berbau IT dan satunya berhubungan dengan Kampret . . . yup i tell you this is Kampretsky . . . the Kampret sky high ;)


Yang menarik adalah hiburan yang disajikan oleh penyelengara yaitu pertunjukkan musik dari seorang penyanyi baru namanya Rebecca Rijman. Seperti yang pernah saya lihat dibeberapa acara musik dan infotainment di TV orangnya emang bener-bener cantik, slim kalau ga bisa dibilang skinny, not so big as what i saw on TV jadi bener-bener tipikal cewek impian saya ;) suaranya boleh lah, tidak mengecewakan. Bisa main gitar well cukup komplit bukan untuk gorgeous girl? So itulah kenapa saya bela-belain mau datang pameran hari pertama ini, mau lihat gimana siy Rebecca Rijdman itu.  Tapi sehabis nonton dia nyanyi separuh sisa lagu dan dia persiapan untuk lagu kedua sambil memainkan gitar saya putuskan saya sudah puas liat Rebecca :)




Yang kedua terjadi sebelum jauh sebelum saya nonton Rebecca. Entah suatu kebetulan kemaren saya ngejoke di status Facebook saya dengan memplesetan Kapersky sebuah produk sofware suite antivirus dengan nama Kampretsky dan ternyata hari ini saya bisa membuktikan Kapersky benar-benar Kampertsky, mau tau kenapa?


Saya bukan ingin menjelek-jelekkan Kapersky, terus terang tidak walaupun menurut saya hal-hal berbau antivirus itu useless dan buang-buang uang dan waktu saja. Ke pameran saya bawa flashdisk saya yang bervirus ( baca: Virus-virus Windows Menjengkelkan) nah kebetulan produk antivirus yang buka booth di pameran ini adalah Kapersky maka timbulah ide bagaimana saya ingin mencoba produk Kapersky untuk menangani fd bervirus milik saya, mayan kan cleaning up gratisan.


Setelah berbincang sejenak dengan salah satu penjaga yang mirip engkong-2 dengan kumis yang malu-malu yang cuman muncul dikedua ujung-ujung bibir ini saya memberanikan diri minta ijin untuk scan fd saya di salah satu laptop di booth itu dan tentunya terinstall Kapersky.  Dan penjaganya setuju tapi dia tidak menemani saya tapi sibuk dengan calon customer lainnya.


Saya tancapkan fd saya ke laptop dengan sistem operasi Windows 7 plus diprotek Kapersky. Dengan cepat fd saya dikenali oleh Win7 dan secepat itu juga Kapersky mendetek adanya virus di fd dan menanyakan apa mau discan dan saya klik ok. Wah hebat juga niy Kapersky dalam hati saya. Proses scan berlangsung cepat dan memang Kapersky mendeteksi virus dan mencoba untuk menghapusnya . . . ada virus autorun . . . worm . . . dan kemudian sesuatu terjadi. Kapersky mendeteksi adanya malware dan menanyakan apakah saya mau melakukan tindakan clean up atau dibiarkan saja. Tentu saya pilih clean-up . . . tapi suatu hal aneh terjadi.


Tiba-tiba saja Kapersky malah melakukan scanning di HD laptop dan bukannya melakukan scanning di fd saya. Saya jadi berpikir keras apakah laptopnya sudah terinfeksi sesuatu dari fd saya ya? Apakah Kapersky 2009 baru saja dipercundangi oleh virus, worm, malware, spyware atau apapun dari fd saya? Dan yang lebih anehnya lagi setelah selesai scan HD laptop malah laptopnya melakukan booting ulang . . . Heck!!


Nah sepertinya ini waktunya saya pergi, jadi setelah mengucapkan terima kasih sama yang jaga tadi saya ngacir ;) pergi ke booth-booth lain, nonton film G.I Joe trus tentunya nonton sekilas Rebecca my sweet darling sebelum pulang . . . so its really Kampretsky huh?! :p

Install & Update Offline Clamav


Jika anda membaca tulisan saya sebelumnya Virus-virus Windows Menjengkelkan saya benar-benar jengkel dengan virus Windows yang bolak-balik nongol di flashdisk saya. Dengan rasa enggan sekaligus keinginan-tahuan yang cukup besar apakah file-file misterius itu virus atau bukan saya memutuskan untuk menginstal Clamav atau Clam Antivirus dari repo Ubuntu 9.04. Memang Clamav versi repo ini 6 bulan lawasnya tapi itu bisa diatur dengan cara mengupdate virus signaturenya alias di update. jadi sebelum menginstal pertama-tama saya mengunduh main.cvd dan daily.cvd dari situs resmi Clamav.

Pertama yang kita lakukan adalah menjalankan Synaptic Package Manager

System - Administration - Synaptic Package Manager

Dikotak Quick Search ketikkan kata kunci Clamav lalu tandai paket Clamav dan jika ingin Clamav memiliki antar muka GUI, tandai juga Clamtk (ini juga berguna jika ingin meng-update virus signature secara online). Setelah proses instlasi selesai sekarang saat update Clamav.

Karena saya tidak punya koneksi internet di rumah maka saya pergi ke warnet untuk mengunduh main.cvd dan daily.cvd terbaru yang saya taruh di folder update-clamav di flashdisk. Update offline ini cukup "brutal" karena tidak dilakukan secara otomatis tetapi secara manual. Pertama jalankan Terminal dan masuk sebagai root.

Applications - Accessories - Terminal

Lalu ketikkan:

$ sudo su

Dan masukkan password anda. Lalu kita akan masuk ke folder dimana file main.cvd dan daily.cvd yang lama yang berada di /var/lib/clamav.

$ cd /var/lib/clamav

Gunakan perintah ls untuk melihat isi folder Clamav.

$ ls
daily.cvd main.cvd

Kalau tidak yakin kita bisa menggunakan perintah mv (move) dengan memindahkan kedua file ke tempat lain (misalnya ke desktop) dan bila perlu direstore ke tempatnya semula atau bisa juga langsung saja dihapus dengan perintah rm (remove).

$ mv daily.cvd main.cvd /home/roland.Desktop

atau

$ rm daily.cvd main.cvd

Sekarang kita akan memindahkan file main.cvd dan daily.cvd terbaru yang ada di flashdisk ke /var/lib/clamav.

$ cd /media/Transcend/update-clamav

Untuk memindahkan kedua file tersebut kita bisa gunakan perintah cp untuk copy dimana kedua file tersebut ada di folder sumber dan folder tujuan atau gunakan perintah mv (move) yang sama seperti cut-paste.

$ cp daily.cvd main.cvd /var/lib/clamav

atau

$ mv daily.cvd main.cvd /var/lib/clamav

Jalankan perintah berikut untuk melihat apakah Clamav sudah mengenali ter-update.

$ clamscan -V
ClamAV 0.95.1/10079/Thu Nov 26 12:55:07 2009

Note: Untuk update harian cukup unduh saja daily.cvd sedangkan main.cvd hanya perlu di update ketika Clamav merilis main.cvd terbaru dilihat dari tanggal rilisnya. Untuk membandingkan perintah clamscan -V dapat dijalankan setelah proses install yang kemudian bisa dibndingkan setelah proses update selesai. Nah Ubuntu saya sudah dipasangi antivirus dan telah ter-update :)








Jumat, 27 November 2009

Virus-virus Windows Menjengkelkan!!!



Untuk satu hal virus Windows benar-benar sangat menjengkelkan saya beberapa waktu ini. Yang saya perhatikan tiap kali habis pulang dari warnet langganan, saya selalu mendapati kalau flashdisk saya selalu dipenuhi oleh file-file dengan extensi .lnk .inf .db. yang saya curigai sebagai virus Windows (CMIIW). Upaya penghapusan saya lakukan menggunakan Nautilus File Manager dengan fasilitas Search lalu saya delete namun tiap kali kembali dari warnet, file-file itu kembali nongkrong di flashdisk.

Untuk memastikan kecurigaan saya kemudian diputuskan untuk menginstal antivirus di Ubuntu, sesuatu yang sebenarnya tidak perlu dan malas saya lakukan selama menggunakan Ubuntu. Antivirus yang saya gunakan adalah Clamav yang diinstall dari repo Ubuntu yang kemudian diupdate virus signaturenya. Dan benar 2 dari 3 file suspek virus diindentifiksi sebagai virus atau sejenisnya yaitu .db adalah VBS-Agent-35 dan .inf sebagai INF-Autorun-35. Sayang .lnk tidak berhasil dikenali sebagi virus padahal file ini yang paling saya curigai karena jumlahnya lebih banyak dan memiliki nama-nama aneh seperti microsoft.lnk, New Harry Potter...lnk, New Folder.lnk, navbar_data.lnk, da masih banyak lainnya termasuk .lnk yang meniru nama folder atau file html.

Walaupun virus-virus Windows ini tidak memberi efek merusak apapun pada Ubuntu saya tetapi tetap saja kehadirannya menjengkelkan karena merupakan gangguan visual ketika melakukan navigasi dalam flashdisk. Selain itu besar kemungkinan flashdisk saya menjadi jembatan untuk menginfeksi komputer yang menggunakan MS Windows yang tidak terproteki dengan baik. Dengan mudah seperti yang saya sebutkan sebelumnya virus-virus dapat dengan mudah saya habisi dengan Nautilus tetapi mungkin itu gunanya antivirus, bukan untuk memproteksi Ubuntu Linux tapi sebagai mana mestinya memproteksi Windows walaupun tidak secara langsung.

Btw, Clamav sebagi antivirus benar-benar bersikap seperti layaknya antivirus yang sedang bekerja, mengambil cukup banyak resource komputasi berupa tenaga CPU dan memakan memori cukup banyak sehingga memperlambat kerja komputer/laptop. Satu alasan kenapa saya tidak suka antivirus. Untung saja karena saya memakai Ubuntu jadi tidak perlu membiarkan antivirus berjalan dibackground dan hanya menggunakannya hanya ketika dibutuhkan. Pengalaman saya ketika menggunakan Windows, antivirus sama menyebalkan dengan virus itu sendiri.

Minggu, 22 November 2009

Resize dan Rotate Photo Dengan Imagemagick

Software image editing seperti Gimp dan Photoshop adalah aplikasi yang sering saya pakai ketika ingin meresize dan merotasi photo yang ingin saya upload ke Facebook. Namun walau begitu saya masih merasa kedua software diatas terlalu besar dan memakan waktu hanya untuk melakukan 2 hal sederhan. Yang saya ingin sebuah tool yang dengan cepat dapat melakukan resize dan rotasi photo dan tidak memakan banyak resource laptop berupa tenaga CPU dan Memory.

Tool yang saya maksud adalah Imagemagick. Secara singkat Imagemagick adalah ImageMagick(R), is a software suite to create, edit, and compose bitmap images. It can read, convert and write images in a variety of format (about 100) including GIF, JPEG, JPEG-2000, PNG, PDF, PhotoCD, TIFF,and DPX atau kalau boleh katakan Imagemagick itu Gimp atau Photoshopnya dunia CLI (Command Line Interface) keren bukan?!. Silahkan merujuk situs resmi Imagemagick untuk info lebih lanjut.

Nah katakanlah saya mempunyai 4 buah photo: 100_2040.jpg, 100_2042.jpg, 100_2043.jpg, dan 100_2045.jpg yang saya simpan folder Pictures di dalam folder upload. photo 100_2042.jpg dan 100_2045.jpg akan kita resize lalu photo 100_2040.jpg dan 100_2043 akan kita rotasi. Sekarang kita akan mulai dengan menjalankan Terminal:

Applications - Accessories - Terminal

Lalu kita akan masuk ke dalam foldr kerja yaitu folder upload.

$ cd /home/roland/Pictures/upload

Note: Gunakan perintah ls untuk melihat isi folder upload

$ ls

Kita akan menggunakan perintah berikut untuk melakukan resize pada photo 100_2042.jpg dan 100_2045.jpg dengan memperhatikan aspek ratio. File original beresolusi 2592X1944 pixel sedangkan targetnya akan diperkecil menjadi 640X480.

$ convert 100_2042.jpg -resize 640X480 gerobak_bakso1.jpg

note: gerobak_bakso1.jpg adalah nama file 100_2042.jpg yang sudah diresize. Bisa saja nama file sumber dan nama file tujuan sama seperti:

$ convert 100_2042.jpg -resize 640X480 100_2042.jpg

Ini berarti file asli akan ditimpa dengan file yang sudah diresize. Hal ini tidak saya anjurkan untuk dilakukan dengan perkecualian jika saya mempunyai file photo 100_2042 di tempat lain yang belum diedit alias aslinya.

Selain resize dengan memperhatikan aspek ratio dapat pula menggunakan persentasi dengan tanda %. Untuk mencapai resolusi yang diinginkan yaitu 640X480 pixel saya meresize photo 25%. memang tidak akan tepat 640X480 tetapi mendekati yaitu 648X488 pixel.

$ convert 100_2045.jpg -resize 25% rel_kereta.jpg

Selanjutnya kita akan melakukan rotasi pada photo 100_2040.jpg dan 100_2043.jpg. Dibawah ini adalah contoh photo 100_2040.jpg.



Photo ini akan kita rotasi 90 derajat clockwise (searah jarum jam)

$ convert 100_2040.jpg -rotate 90 3roda.jpg

note: Jika rotasi berlawanan arah jarum jam atau counter-clockwise kita menggunakan tanda minus.

$ convert 100_2043.jpg -resize -90 gerobak_bakso2.jpg

Mudah bukan? Sebagai bagian penutup tutorial ini perhatikan kalau sumber file sumber dan file tujuan sama-sama merupakan file jpg. Apakah bisa merubah file jpg ke format lain yang didukung oleh Imagemagick seperti misalnya .png atau TIFF? Jawabnya bisa! Ini dilakukan dengan cara merubah extensi file tujuan dengan extensi yang kita ingin, semisalnya jpg ke png

$ convert 100_2042.jpg -resize 640X480 gerobak_bakso1.png

Selamat mencoba!! :)



Rotasi Clockwise


Before



After




Rotasi AntiClockwise


Before



After